Cerita Dewasa Abg Om Reza Pemuasku

Not Support
2 posts

Reva adalah nama panggilanku sebagai seorang gadis yang memasuki usia 23 tahun sudah sepantasnya ke-2 orang tuaku menyakan hubunganku bersama dengan Galih. Ya saya sebetulnya berhubungan dengannya sejak tetap sebagai pelajar di SMU yang sama. Kini kita sudah sama-sama lulus dari universitas yang sama pula, Galih bersama dengan mudahnya mampu pekerjaan gara-gara papanya sebetulnya memiliki sebuah perusahan sendiri.

Sedangkan saya tetap mesti melamar dari perusahaan yang satu bersama dengan yang lainnya. Sebenarnya mama menyuruhku untuk membantunya saja di minimarket memiliki keluarga kami, tetapi saya bertekad untuk melacak pekerjaan. Aku melihat kerja di kantoran lebih menarik, sampai beberapa kali saya mencoba melayangkan surat lamaran dan lewat beberapa wawancara tetapi belum termasuk ada yang memanggilku.

Untuk menghalau rasa jenuhku seharian di rumah akupun menolong mamaku, bahkan saat ini saya melihat Galih jarang mengajakku jalan bahkan untuk menghubungiku saja saya rasa dia sudah jarang melakukannya. Dan saya pikir dia tentu sedang sibuk bersama dengan pekerjaaanya, saya sadar pekerjaan kantor sebetulnya selau sibuk. Tak ada kesangsian di dalam hatiku untuk Galih.

Karena kita sudah bahkan kerap jalankan adegan layaknya di dalam cerita sex, menjadi tidak kemungkinan dia bakal menghianati cintaku, dan saya yakin bakal hal itu. Hingga sebulan kemudian Galih mengajakku jalan bareng saya suka sekali, ternyata dugaanku benar dia tetap sayang padaku dan saya sadar diapun tetap mencintaiku. Dari rumah saya dandan memadai rapi dan berangkat menuju area janjian kami.

Sampai di sana saya melihat Galih sudah duduk di satu kursi cafe itu “Mau pesan apa?” Katanya dan saya hanya tersenyum walaupun di dalam hati saya terasa ada yang aneh bersama dengan sikapnya, biasanya dia sudah sadar minuman kesukaanku dan biasanya sudah ada di meja sebelum saya datang. Dan benar saja hari itu Galih menemuiku bukan untuk jalan bareng tetapi meutuskan untuk meninggalkan aku.

Aku tidak mempercayainya tetapi dia beralasan terkecuali dia bakal sibuk belakangan ini. Akupun mencoba memberinya pengertian “Aku sadar Galih.. dan saya bakal sadar saya nggak bakal nuntut lebih dari kamu..” Tapi rupanya rengekanku tidak di tanggapan oleh Galih, dia selamanya memastikan kami. Meskipun saya sedikit berharap pertanggung jawabannya gara-gara kita dulu jalankan adegan layaknya di dalam cerita sex.

Namun Galih selamanya ngotot untuk meutuskan jalinan kami. Dengan alasan dia sibuk dan tidak mampu membagi waktunya untukku, pada akhirnya akupun terima keputusannya walaupun saya merasakan kecewa yang teramat sangat. Apalagi terkecuali saya ingat terkecuali kita dulu kerap jalankan jalinan layaknya sepasang suami istri layaknya di dalam cerita sex, saya terlampau kecewa di buatnya.

Hingga dua bulan sudah berlalu sejak hari itu, kini saya sudah memiliki sebuah pekerjaan. Sebagai sekretaris di sebuah perusahaan swasta, singkatnya akupun mengenal papa Galih secara tidak langsung dikala saya sedang rapat di sebuah hotel. Dan kebetulah perusahaan papa Galih yang menjadi partner usaha perusahaan kami, dan saya biasa memanggilnya pak Reza.

Tapi dia memintaku untuk memanggilnya om Reza terkecuali berada di luar kantor. Kami seringpun bertemu entah itu untuk mengulas pekerjaan sampai hanya untuk makan bareng. Sebenarnya saya tidak dulu jalan bareng bersama dengan pria yang lebih tua terpaut jauh dariku, tetapi gara-gara sadar terkecuali dia adalah papa dari Galih yang ternyata memastikan jalinan denganku hanya gara-gara cewek lain.

Akupun menjadi mengidamkan balas dendam padanya, yahh bersama dengan mendekati papanya saya harap dia sadar hal ini suatu selagi nanti. Dan akupun menjadi dekat dan lebih dekat kembali bersama dengan om Reza, bahkan kita sudah dulu jalankan adegan layakanya di dalam cerita sex. Seperti hari ini kita hendak pergi ke luar kota bareng dan perusahaanku termasuk sudah mengizinkan.

Karena sebetulnya om Reza yang memiliki rencana hal ini, dan dia bersama dengan gampang mampu mengelabui orang kantor “Sayaang.. tiga hari kita di Bali..jadi om harap kamu suka bersama dengan liburan kali ini..” Akupun bergelayut manja pada pundaknya, selama ini bersama dengan om Reza saya berpikir terkecuali dia adalah Galih. Tapi lama kelamaan akupun terasa ada sayang padanya gara-gara akupun kerap merindukannya.

Satu hari berada di Bali saya begitu suka gara-gara layaknya biasanya om Reza selamanya memanjakan aku. Mulai dari shopping sampai traveling, bahkan hotel yang dia menentukan sesuai bersama dengan seleraku bahkan saya terasa lebih mewah dari bayanganku. Malam ini kita mampir dari restoran hotel yang ada di lobby dan kamipun menuju kamar hotel, om Reza tidak berhenti menciumiku sejak kita masuk di dalam lift.

Hingga pada akhirnya dikala sampai di di dalam kamar diapun langsung menyosor bibirku. Dengan agak kasar termasuk dia dorong tubuhku sampai akupun mentok pada dinding kamar, om Reza bersama dengan penuh nafsu menciumi semua tubuhku bahkan dia melepaskan busana yang melekat pada tubuhku. Hingga akupun telanjang bulat tetapi bersama dengan posisi tetap berdiri.

Tubuh om REza turun dan diapun tidak tinggal diam bersama dengan buasnya dia membenamkan wajahnya pada memekku “EEeeeuuummmccchhhh… aaagggghh.. eeeuuummccchh… aaaggggggghhh..” Nikmat kurasakan memekku selagi itu, kini mulutnya bukan hanya menciumi klitorisku tetapi dia terus bermain disana mengecup serta melumat habis memekku akupun menggelinjang di buatnya. Bagai cacing kepanasan saya terus mendesah juga.

Karena tidak tahan akupun menarik tubuh om Reza dan diapun mengerti, bersama dengan berada di atas tubuhku diapun memasukkan senjatanya dan saya langsung mendesah dikala dia terasa bergerak di atas tubuhku “OOoouuugggghhh… aaaaagggggghhh… oooouuuggghh… aaaaaggggghhh.. ooouuggghh.. aaaaggghh..” Nikmatnya kontol om Reza kemungkinan gara-gara ukurannya lebih gede dari kontol Galih anaknya.

Nafas om Reza makin memburu dan akupun ikut bergerak di bawahnya “OOuuggh.. eeeuuummppphh… aaaagggghhh… aaaagggghhh.. aaaggghh..” Sungguh hebat permainan sex om Reza dia terlampau laki-laki sejati mnurutku, gara-gara mampu melampiaskan nafsuku. Dengan erat saya dekap pinggangnya dan kamipun kembali berciuman tetapi selamanya saling melumat bibir kita masing-masing.

Lama kita jalankan hal itu sehabis beberapa kali merubah posisi kami. Akhirnya om REzapun mengerang panjang “OOouugghhhh… ooouugghhhhhhh.. saaayaaang.. om.. suuudaaah… aaaagggggghh..” Dia dekap bersama dengan erat tubuhku, dan akupun membalasnya bersama dengan tubuh yang tetap sama-sama lemas kamipun tertidur lelap di atas area tidur tersebut. Seperti pemain di dalam adegan cerita sex.

Hingga keesokan harinya saya mendengar bel pintu berbunyi, saya tetap malas membuat bangun. Dan layaknya biasa om Reza bangun tetapi pada mulanya dia mengecup keningku “Cantik.. ayo bangun sarapan dulu..” Aku tidak bergeming, tetapi saya terkejut dikala mendengar nada yang saya kenal “Papa bersama dengan siapa di hotel ini..” Saat saya buka mataku, saya melihat Galih bersama dengan tatapan kaget berteriak melihatku berada di area tidur papanya.

Backup When Taking Jolessa And Amoxicillin order accutane online from canada Acheter Levitra Effet Secondaire cialis 40 mg Chantix Viagra Professional Wiki

Reply to ‘Cerita Dewasa Abg Om Reza Pemuasku’

Your information:

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title="" rel="" target=""> <blockquote cite=""> <code> <pre> <em> <strong> <del datetime=""> <ul> <ol start=""> <li> <img src="" border="" alt="" height="" width="">

− 2 = 5

Not Support
2 posts